Sungguh. Jangan menyepelekan janji. Janji terhadap manusia, juga terhadap Allah.
Jika janji itu disiakan, tidak ditunaikan, atau terlambat ditunaikan…
Mungkin….
Ada hak orang lain yang terebut
Ada waktu orang lain yang terbuang
Ada hati yang terluka
Ada perasaan yang kecewa
Aku tidak marah pada mereka yang menyiakan janji
Hanya berharap mereka mendapat hidayah dan memperbaiki dirinya
Aku juga sadar
Aku bukan orang sempurna
Yang tak pernah salah
Banyak salah kuperbuat
Dan Allah Maha Pemaaf dan Maha Penerima Taubat bukan?
Maka, maafkanlah dan do’akanlah mereka…
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda.
كُلُّ بنِي آدَمَ خَطَّاءٌ ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak adam senantiasa berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang senantiasa bertaubat.”
(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shohihut Targhib, no. 3139)
Dari Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ
“Empat hal bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat nifaq hingga dia meninggalkannya.Yaitu, jika diberi amanat dia khianat,jika berbicara dia dusta,jika berjanji dia mengingkari,dan jika berseteru dia berbuat kefajiran”.
(HR. Al-Bukhari no. 89 dan Muslim no. 58)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar