himpunan doa

Jumat, 02 Desember 2011

Akhwat dan Ikhwan Sejati

Akhwat Sejati itu.......

@};-Akhwat Sejati… Bukan dilihat dari kecantikan parasnya…
Tetapi dari kecantikan hati yang ada dibaliknya…


@};-Akhwat Sejati… Bukan dilihat dari bentuk tubuh yang mempesona…
Tetapi dari sejauh mana dia berhasil menutup tubuhnya…

@};-Akhwat Sejati… Bukan dilihat dari begitu banyaknya dia melakukan kebaikan…
Tetapi dari keikhlasannya memberikan kebaikan itu…

@};-Akhwat Sejati… Bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya…
Tetapi dari apa yang sering mulutnya bicarakan…

@};-Akhwat Sejati… Bukan dilihat dari keahliannya berbicara…
Tetapi dari bagaimana caranya berbicara….

@};-Akhwat Sejati… Bukan dilihat dari keberaniannya berpakaian…
Tetapi dari sejauh mana dia mempertahankan kehormatannya…

Lagi-Lagi Ta'aruf

Saudariku... .sahabatku. ..
ukhty - wa akhiy...

Sungguhpun ta’aruf bukanlah sebuah permainan... .bukan sekedar coba-coba... . bukan sekedar perkiraan...

"hmm..siapa tau cocok..."
"hmm...siapa tau jodoh..."
"siapa tau..."siapa tau...'

atau bahkan...

" Hmm.....lumayanlah. ..buat hepi-hepian. ..??????? "

Astaghfirullah. ...

 Sungguh...Ta'aruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu....!!!!

Bagaimana mungkin jalan yang diridhoi oleh Allah..hanya dijadikan sebuah permainan iseng...permainan coba-coba... sebuah kesenangan terselubung. ..??????

Maka Hikmahnya Adalah ....

… memang. kita di dunia ini, semua yang ada pada kita, cuma titipan dari-Nya. jadi nggakboleh jadi berprasangka buruk, apalgi menyalahkan-Nya jika IA ingin mengambil titipan itu, walaupun mungkin caranya ‘agak kurang enak’ bagi kita.
karena toh semuanya pasti ada hikmahnya.
dan saya sedang berusaha memunguti hikmah itu… ketika saya tertampar tersadarkan karena suatu peristiwa.
rekan kerja saya yang terbaik, HP saya, dua-duanya, ternyata dipindahtangankan oleh Allah seusai stadium general tadi…
dan cuma bisa istighfar.  ya… HP itu titipan… pasti ada hikmah yang ingin Allah tunjukkan pada saya dengan mengambilnya kembali.

Mengamati, Mengevaluasi, dan ( Harusnya Jadi Lebih Baik Lagi)

mungkin pendek saja postingan kali ini. hanya ingin sedikit berbagi…
saya di rumah, nih. setidak-tidaknya 5 hari dalam seminggu. oke, 4. karena jum’at biasanya saya ke SMAN1( pengajian rutin bersama adik2 regenerasi saya yang ingin belajar liqo’), dan untuk kesekian kalinya saya tidak di rumah pada hari sabtu dan minggu. ada acara di luar, atau menyengaja  menyusuri tiap sudut gramedia karena sudah hampir semua buku yang saya punya sudah dibaca berulang2. hehe.


di rumah tidak ada koneksi internet… maka saya beralih jadi pelanggan setia warnet yang menjamur di tepi jalan. agak kagok, sudah terbiasa ngenet dengan bebas di rumah, lalu tiba-tiba jadi limited begini, waktu–dan uang–untuk berselancar ria di dunia maya.(alay dikit gara2 modem berendam ria dibak cucian saya)

Lari Dari Realita

Kau amati dirimu dari cermin
“Ya hari ini ku sempurna.”
bertemu manusia-manusia
yang kau pikir juga sempurna
.
kau takkan pernah tahu nasib manusia sekitarmu
karena kau s’lama ini hanya melihat jiwamu
hidup sempurnamu selalu berdiri yakin
di barisan terdepan pikiranmu
.
Kau terus berlari dari realita
mendorong orang tak bersalah
Kau takkan bisa merubah apapun
Karena tak ada hidup sempurna
.

Satu Persen

Dia adalah kawan, sahabat, serta teman hidup yang demikian saya hormati. Wawasan keilmuannya luas, tapi dia selalu mengerti bagaimana cara merendahkan hati dan menyuguhkan kenyamanan pada setiap orang di sekelilingnya. Kali ini, saya berkesempatan meletakkan tulisannya di sini, sungguh suatu kesempatan langka buat saya. Kami bersepakat bahwa saya berhak melakukan perubahan disana-sini apabila memang diperlukan. Maka, tanpa bermaksud mengurangi atau menambah esensi tulisan, ada beberapa perbaikan elementer yang dikenakan pada tulisan, atas nama pelestarian penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

Selamat membaca dan menikmati setiap jengkal kejujurannya!