himpunan doa

Minggu, 11 Maret 2012

Wahai Engkau di sana

dia berdiri disana,
angkuh
memandang ke bawah,
sinis
di depannya 
berdiri seorang anak kecil kumal yang membawa gitar kecilnya dijalanan
dibelakangnya 
seorang renta yang terbatuk-batuk
disamping kirinya 
berjejer orang yang belum merasakan nasi selama 5 hari
disamping kanannya
bergelimpangan mayat yang membusuk
dan dia tetap disana,
congkak

ya,
itulah sosok pemimpin negeriku

Untittled

malam berganti
musim berlalu
aku sudah tak disana lagi
kau pun telah pergi entah kemana
dan luka ini pun masih tetap mengangga
tertutup sepotong kain lusuh
cukup aku saja yang tau 
luka ini masih ada

Keadilan Rindu

rinduku datang
engkau berlari menjauh
kukejar, 
kau semakin kencang berlari
rindumu datang
aku diam disini,
menyongsongmu..
adilkah?

Terlambat

senja ini 
rintik hujan berubah menjadi guyuran air 
sebatang bunga kecil itu sendirian diluar sana
beratapkan langit
kedinginan
dan patah.
langit persembahkan pelangi untuknya
karena tak mampu menjaganya
namun,
bunga itu takkan dapat kembali..

Kembali Pulang

Berlarilah...
Yang jauh,
Sesuka kakimu melangkah
Sampai kau lelah
Dan kau akan tetap akan berakhir dengan kembali ke sampingku
Berteriklah...
Yang kencang,
Sampai kamu puas
Sampai tenggorokanmu sakit
Dan kau akan menghampiriku, karena disinilah airmu