himpunan doa

Kamis, 01 Desember 2011

Sebelas Juni

Bismillahirrahmanirrahim,

Ibu dan ayah yang sangat ananda sayangi dan hormati,
Sungguh, ananda adalah seorang anak yang demikian beruntung karena Allah telah menghadiahi ananda sepasang orang tua sempurna yang penuh cinta kasih, pengertian, dan pemaafan. Bagi ananda, hidup dan bertumbuh bersama Ibu dan ayah telah menjadi suatu perjalanan hidup yang kaya pembelajaran, sebuah proses pendewasaan seorang bocah perempuan yang selalu menyenangkan sekaligus mengharukan.

Ibu, Ayah,
Tidak ada keraguan sedikitpun, kalian merupakan pendamping yang memahami ananda lebih dari siapapun. Penegas segala keluh lemah ananda, pelembut setiap tingkah keras ananda, rumah teduh yang selalu ada, kapanpun hati ananda butuh beristirahat.

Dua Belas Juni

Ada sesuatu yang tak terpadankan aksara
ketika aku telah menjadi separuh dari kita

ketika jengkal di antara memupus, tiada
dan keentahan bahagia oleh percaya
 

demikian, semoga kita menjadi cinta
yang bertumbuh menyusuri sungai masa
menjalari pepohonan usia

hingga kelak ketiadaan
mengantar kita, bertemu di taman surga

semoga.

Jejaring Sosial dan Dunia Yang Berevolusi

Dunia berubah. Tepatnya, diubah. Kita semua telah mengubahnya dengan penuh sukacita dan mungkin tanpa kesadaran yang genap. Dunia kita tampaknya sudah bukan lagi berupa dimensi ruang, dengan tanah sebagai tempat berpijak dan langit luas sebagai tempat menengadah, memompa harapan. Dunia kita juga tidak lagi mewujud sebagai sesuatu yang mampu kita kenali dengan enam macam panca indera. Dunia yang begitu detil dan rinci telah terlalu banyak direduksi menjadi terlalu mini.

Semakin hari, ia terasa seperti makanan cepat saji. Instan, kilat, dan mudah. Bahkan terlalu mudah. Bagi kita, cukuplah dunia  berupa deretan status rekan-rekan, album berisi ratusan foto di berbagai kesempatan, atau kicauan spontan teman-teman dan publik figur. Kita hidup di dalamnya dan setiap hal kecil dilaporkan, diperlihatkan. Skala kepentingan pun turut bertukar posisi. Sesuatu yang penting menjadi kurang penting, begitu pula sebaliknya. Ketidakpentingan justru mampu menempati posisi pertama dalam laporan-laporan kita disana. Kesannya, semakin tidak penting maka kita akan semakin populer, lucu, dan mengasyikkan.

Rabu, 23 November 2011

KETIKA ALLAH MENJAWAB DOAMU DENGAN KATA "TIDAK"

Aku berdoa: 'Ya Allah ambillah kesombongan dalam diriku..!'
Allah menjawab, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Aku berdoa: 'Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat..!'
Allah menjawab, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

ADA BANYAK KENIKMATAN YANG TERUS MENGALIR

Ada banyak kenikmatan yang terus mengalir ; Nikmat Kehidupan, Nikmat kesehatan , Nikmat Pendengaran , Nikmat Penglihatan , Nikmat Kedua Tangan dan Kaki , Nikmat Air dan Udara serta Nikmat Makanan. Nikmat keharmonisan keluarga, nikmat harta, kendaraan, dan lain sebagainya.

Dan yang paling agung dari semua itu adalah Nikmat Rabbaniyah, yakni nikmat Iman dan Agama Islam.