tak ada yang lebih tabah.
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
.
.
yang di atas tadi sebenernya intermezzo aja. suka sama puisinya, maknanya dalem. jika hujan itu saya, maka mohon doakan saya tetap bisa bertahan selama bulan juni yang gersang, menanti pergeseran waktu hingga akhirnya turun tepat pada waktunya.. :)
.
sudah lama tidak menulis. maaf. untuk melewatkan sekian banyak lintasan hati yang padahal mungkin bisa jadi sarana berbagi kebaikan..
.
bismillah, ingin mulai merutinkan menulis lagi. penyeimbang dari semua aktivitas sekaligus media untuk memuhasabah diri.
semoga tekadnya bertahan, aamiin :)
- Airindry Bontang Ipb, Rizgian Nursyahbani Mahesa, Siluet Senja DiLangit Nya dan 11 lainnya menyukai ini.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar