Aku
baru saja masuk kamar ketika ponselku yang terselip diantara buku-buku
berdering. Badanku letih sekali. Kuaduk-aduk tasku lalu kutemukan layar
berkedip-kedip dengan foto timbul tenggelam. Hubby calling.
Kupandangi lama sekali, sebelum akhirnya kuangkat.
“Assalamualaikum..”
Aku rebah di kasur. Mataku yang berat kupejamkan pelan-pelan.
“Baru pulang ya?”
“Iya..”
Hening lama sekali.
“Sudah makan?”
“Sudah tadi sama teman”
Lalu hening lagi, meski tak lebih lama dari sebelumnya.
“Maaf, Sayang ” Kata-kata maaf itu entah kenapa membuat aku sesak seketika.
“Maafkan aku,kau tau bagaimana sifatku bukan ? aku gampang menjadi setan "
Tambah sesak rasanya, tapi aku hanya ingin mendengarkan Ia berbicara.
“aku ragu dengan jarak dan waktu. Sayang tahu kan, aku pernah kecewa dengan dua hal itu. Aku tidak tahu harus memulai dari mana..”
Sudut mataku meneteskan airmata yang leleh masuk ke telinga.
“Iya.. Jangan dipaksakan.. Semampumu, sebisamu, sekuatmu. Aku tidak pernah memaksa” kataku.
“Tapi sungguh, I wish you were here.”
“Seperti yang selalu kita yakini hubby.. Jembatan itu pasti ada bila takdirku disana”
“Aku tidak mau kehilangan kamu karena sikapku semalam ”
“Tidak, Aku tidak pernah kemana-mana. Aku selalu disini.. “
Seandainya aku bisa membuatmu jauh lebih bahagia, Hubby.
Aku ingin.
Aku selalu ingin.
Seperti kamu juga selalu ingin membahagiakan aku.
Tapi apa daya kita? Kita sudah mencobanya, dan tetap saja kita ragu pada jarak dan waktu yang merentang begitu panjang.Lalu apa?
Aku telah menyerah ketika baraku padam beberapa hari lalu. Kamu membiarkan aku dibekukan jeda panjang yang kau buat untuk meyakinkan diri.
Kamu membiarkan aku dilalap sepi dan dikelilingi ribuan tanda tanya yang tak pernah bisa kupahami.
Hangatmu yang biasanya mendadak hilang karena keraguan.
Bagaimana bisa aku tidak meragu? Ini bukan persoalan jarak dan waktu lagi.
Semuanya telah berubah menjadi masalah keyakinan.
“Baik-baik disana ya,.. Jaga kesehatan” kataku.
“Sayang juga ya,.. Aku kangen kamu”
“Aku juga.. "
Kudengar kamu tertawa kecil. Aku menghela nafas panjang untuk membebaskan sekumpulan harapan yang telah menjelma jadi sesal.
“Sayang tidur ya,.. Sudah jam dua belas, ini jam tidurmu kan..jaga tahajudmu ya ”
“Iya, ini sudah lima watt,.. Assalamualaikum..”
“Wa’alaikumsalam”
Klik!
Kupandangi langit-langit kamarku yang lama-lama mengabur. Mungkin memang hubby tidak tahu bagaimana memperjuangkan aku. Tapi, lebih dari itu, barangkali akulah yang memang tidak bisa membangun jembatan itu sendiri. Karena, aku tak punya apa-apa. Semoga Tuhan berkenan memeberiku waktu.. untuk memperbaiki diriku agar pantas mendampingimu selalu ..
Kupandangi lama sekali, sebelum akhirnya kuangkat.
“Assalamualaikum..”
Aku rebah di kasur. Mataku yang berat kupejamkan pelan-pelan.
“Baru pulang ya?”
“Iya..”
Hening lama sekali.
“Sudah makan?”
“Sudah tadi sama teman”
Lalu hening lagi, meski tak lebih lama dari sebelumnya.
“Maaf, Sayang ” Kata-kata maaf itu entah kenapa membuat aku sesak seketika.
“Maafkan aku,kau tau bagaimana sifatku bukan ? aku gampang menjadi setan "
Tambah sesak rasanya, tapi aku hanya ingin mendengarkan Ia berbicara.
“aku ragu dengan jarak dan waktu. Sayang tahu kan, aku pernah kecewa dengan dua hal itu. Aku tidak tahu harus memulai dari mana..”
Sudut mataku meneteskan airmata yang leleh masuk ke telinga.
“Iya.. Jangan dipaksakan.. Semampumu, sebisamu, sekuatmu. Aku tidak pernah memaksa” kataku.
“Tapi sungguh, I wish you were here.”
“Seperti yang selalu kita yakini hubby.. Jembatan itu pasti ada bila takdirku disana”
“Aku tidak mau kehilangan kamu karena sikapku semalam ”
“Tidak, Aku tidak pernah kemana-mana. Aku selalu disini.. “
Seandainya aku bisa membuatmu jauh lebih bahagia, Hubby.
Aku ingin.
Aku selalu ingin.
Seperti kamu juga selalu ingin membahagiakan aku.
Tapi apa daya kita? Kita sudah mencobanya, dan tetap saja kita ragu pada jarak dan waktu yang merentang begitu panjang.Lalu apa?
Aku telah menyerah ketika baraku padam beberapa hari lalu. Kamu membiarkan aku dibekukan jeda panjang yang kau buat untuk meyakinkan diri.
Kamu membiarkan aku dilalap sepi dan dikelilingi ribuan tanda tanya yang tak pernah bisa kupahami.
Hangatmu yang biasanya mendadak hilang karena keraguan.
Bagaimana bisa aku tidak meragu? Ini bukan persoalan jarak dan waktu lagi.
Semuanya telah berubah menjadi masalah keyakinan.
“Baik-baik disana ya,.. Jaga kesehatan” kataku.
“Sayang juga ya,.. Aku kangen kamu”
“Aku juga.. "
Kudengar kamu tertawa kecil. Aku menghela nafas panjang untuk membebaskan sekumpulan harapan yang telah menjelma jadi sesal.
“Sayang tidur ya,.. Sudah jam dua belas, ini jam tidurmu kan..jaga tahajudmu ya ”
“Iya, ini sudah lima watt,.. Assalamualaikum..”
“Wa’alaikumsalam”
Klik!
Kupandangi langit-langit kamarku yang lama-lama mengabur. Mungkin memang hubby tidak tahu bagaimana memperjuangkan aku. Tapi, lebih dari itu, barangkali akulah yang memang tidak bisa membangun jembatan itu sendiri. Karena, aku tak punya apa-apa. Semoga Tuhan berkenan memeberiku waktu.. untuk memperbaiki diriku agar pantas mendampingimu selalu ..
- Kasma Maret Jarak dan waktu sebenarnya bukan masalah, jika satu sama lain menjaga kepercayaan.
Aku telah merasakan bagaimana menjaga kepercayaan seorang lelaki pengecut - Dewi Despani SEBENARNYA SANG AKHWAN BUKANLAH PENGECUT TAPI DIRINYA TDK PANDAI MENJAGA AMANAH,,,AMANAH CINTA YG UKHTI TITIPKAN PADANYA,,,,BIARLAH WAKTU YANG DAPAT MENJAWABNYA,,,BERIBU RIBU AKHWAN AMANAH,BAIK HATI DAN JUJUR DI DUNIA INI ,,CUMA SAJA ,ALLAH MASIH MENYIMPANNYA UNTUKMU,,,SABARLAH SANG UKHTI,,,,
- Arfintha Adyanti Aku berusaha berdamai dengan kata "sebentar,sementara dan tidak pasti teh .. " Doakan.. semoga bisa segera terwujud dan tak lagi ada note2 galau seperti ini ya teh ..
to Kasma - Arfintha Adyanti
gag sanggup baca koment bunda Dewi ,, membingkai kembali memoriku saat bunda tetap berdiri tegak meski hatinya rapuh ... Aaah .. aku ingin seperti bunda .. T_T - Dewi Despani yA SAYANG,,,KERAPUHAN YG ADA DI HATI BUKANLAH SUATU HAL YG HARUS DITAMPAKKAN SBB BERUSAHA TEGAR DIHADAPAN SIAPAPUN WALAU HANYA SEBUAH TOPENG
- Bintang Bersinar ku tak tHU.... betapa rapuhnya aku.... masih terasa luka dimasa lalu, kupernah mencintai setulus hati..... dan kuterluka luka membekas, ............." lagu tu mb fin. " masih ada pangeran cinta yang lain
- Dewi Despani sayang ani n finta,,pangeran di dunia ni sangat banyak cuma kita yg enggan mencarinya,,sbb biar Allah saja yg mendekatkannya ,,,
- Bintang Bersinar Biasanya antara dua ciri - ciri klo da jodoh.... apalagi mau merried,.... klo ng putus..... y itu.... bakal bersatu.... merenungkan jalan yang kan membawaku pergi,,,,,, pergi pergi menjauh pergi..... kumenangis kau tersenyum....., bayangkan kuhilang.... hilang tak kembali " CAKrA
- Arfintha Adyanti kenapa ya.. jadi suka denger lagu " if tomorrow never comes " hahahah galau stadium tingkat akhir kayaknya aku nih






Tidak ada komentar:
Posting Komentar